Pages

Sunday, May 6, 2012

Everyday We're Shufflin' !!!

MMT Batch 2 GroupM - Everyday We're Shufflin' !!!


Halo teman-teman! Di postingan kali ini, MMT Batch 2 GroupM akan membahas mengenai TARIAN.

Nah loh, kenapa tarian? Emangnya di GroupM diajarkan tari-menari? Atau salah satu syarat menjadi MMT Batch 2 GroupM adalah bisa menari? Jawabannya, ya bukanlah! :p Jadi gini, belakangan ini dunia menari kembali marak, dari jenis tarian tradisional, modern dance, sampai ke street dance. Macam-macam kompetisi tari pun digelar . Nah, dari beberapa jenis dance tersebut, yang akhir-akhir ini booming adalah gerakan shuffling.  Buat teman-teman yang belum tahu apa itu shuffling, berikut sedikit penjelasannya: 


Shuffle dance sebenarnya adalah street dance yang ciptakan oleh seorang koreografer bernama Paula Abdul dan pertama kali dibawakan oleh kelompok dance dari Melbourne Underground Scene, Australia, pada tahun 1980-an. Sekitar tahun 2004, tarian ini mulai nge-trend di Australia, kemudian sekitar tahun 2006 sampai ke Indonesia. Si penari shuffle disebut sebagai shufflers. Shuffle dance menggabungkan gerakan tangan dengan kaki yang lebih berfokus pada tumit. Gerakannya seputar langkah hopping atau geser yang dilakukan sedemikian rupa pada kecepatan tertentu dan terlihat seperti seorang pelari. 


Macam-macam gerakan Shuffle antara lain adalah runningman, shuffle, glide, spin, spin and kick dan extreme spin. Running Man adalah gerakan berlari di tempat namun tidak berpindah serupa dengan orang sedang berlari namun dengan menggunakan kecepatan yang teratur. Sedangkan Shuffle adalah pengembangan dari runningman dengan berpindah ke kanan kiri atau depan belakang di ikuti dengan hentakan kaki. Sedangkan glide spin dan glide serta extreme spin adalah gerakan yang digubah atau dikembangkan yang awal atau dasar geraknya adalah runningman dan shuffle.


Tuh guys, gimana? Kebayang gak? Gini deh, biar lebih kebayang, ini ada video contoh gerakannya:



You +1'd this publicly. Undo

You +1'd this publicly. Undo
You +1'd this publicly. Undo
You +1'd this publicly. Undo
You +1'd this publicly. Undo
You +1'd this publicly. Undo

Jadi ceritanya, para MMT Batch 2 GroupM ini sekitar seminggu terakhir sedang marak mempelajari gerakan shuffle. Ini sebagai salah satu hiburan di sela-sela materi yang kita terima di kantor dan bisa banget naikin semangat. Setiap shuffling biasanya kita putar lagu Party Rock Anthem yang ada lirik: “everyday I’m shuffling” itu loh. Di MMT Batch 2 GroupM kita punya master shuffler namannya Diana. She was  the one who spread the shuffling virus anyway, hahaha… (Check her out twitter account: @dianadpe)

Oya, shuffle dance ini tidak sekedar buat hore-horean dan gaya-gayaan loh, tapi banyak manfaatnya juga ternyata untuk kesehatan, yaitu mengurangi berat badan karena ber-shuffle selama 10 menit sama dengan treadmill selama 30 menit dan dapat melatih keseimbangan tubuh.

So, Let’s Shuffleee

Sumber:


Spread the LOVE

Hai, salam manis dari MMT batch 2 GroupM!
Kali ini saya mau share suatu pemikiran personal nih. Tapi aplikatif kok.

Sekarang ini, banyak konsumen yang menjadi skeptis. Kompetisi pasar yang luar biasa ketatnya membuat brand-brand berlomba 'berjualan'. Saya, contohnya, salah satu konsumen yang males duluan kalo dideketin brand. Soalnya, secara otomatis di otak saya terbentuk mindset:

"Oke. Dia lagi jualan dan dia cuma ingin uang saya".

Saya yakin banyak konsumen yang juga merasa seperti itu. Celakanya. Saya berkecimpung di bidang periklanan. I have to work with the brands.

Beberapa waktu lalu, saya melihat video yang membuat saya optimis. Walaupun saya berkerja untuk brand dan  intinya adalah saya harus "berjualan". Saya ingin menyampaikan "CINTA"..


Nilai "CINTA" dari brand itu sendiri. CINTA yang tulus yang membuat konsumen merasakan kehangatanMenjadikan brand tersebut hidup dan memiliki makna bagi konsumennya.

Mungkin posting ini terlihat abstrak dan cliche. Maka, saya ingin mengajak kamu melihat video yang menginspirasi saya..

A video about spreading the love... Enjoy!


Instead of mengundang langsung orang-orang dengan membagikan undangan gratis di jalan-jalan, si pembuat video menyebarkan rasa tulus cintanya terhadap orang-orang Barcelona lewat surat yang disampaikan balon-balon.

Inilah yang harus diingat oleh brand: jika ingin konsumen mencintainya, brand harus mencintai dan benar-benar peduli terhadap konsumennya. Praktisi periklanan lah yang akan membentuk rasa cinta tersebut dan menyampaikan ke hadapan konsumennya.

Saya harap saya dan teman-teman MMT batch 2 GroupM tidak hanya menjadi praktisi yang 'berjualan', melainkan dapat berkomunikasi dan menyentuh hidup konsumen dengan brand-brand yang kami kelola nantinya. Spread the LOVE!

:)

Saturday, May 5, 2012

SloMaestro

SloMaestro - a video featuring some of the MMT Batch 2 GroupM

Di post gw ini cuma sekedar pengen berbagi video bodoh yang iseng gw buat. Intinya selama kami menjadi MMT Batch 2 GroupM kami tidak hanya melulu belajar di kelas saja, tapi kami juga tidak lupa bersenang-senang. Enjoy! :))

Angry Birds Live


Siapa bilang digital marketing itu ngga hidup?
Siapa bilang online dan offline marketing itu terpisah?
Salah besar tuh, coba kita lihat video satu ini.



Kami, MMT batch 2 GroupM, sangat percaya bahwa kreativitas dan inovasi dapat menghadirkan user experience yang begitu hidup dari media digital. Angry Birds yang basically aplikasi permainan di platform digital bisa mengundang euphoria yang sedemikian rupa. Event tadi itu diselenggarakan oleh T-Mobile di Barcelona. Bisa dilihat kan bagaimana digital itu sebenarnya sangat "hidup".
Jadi, ayo atur mindset kita and think out of the box!


:)

Thursday, May 3, 2012

"Kerjaan Kamu di GroupM Apaan Sih?"

Ok.. Sebagai orang yang baru berkecimpung di industri Media Investment, berapa kali sih kita akan diberondong dengan pertanyaan seperti pada judul di atas? Baru sebulan aja saya menjadi MMT Batch 2 GroupM, saya sudah mendapati pertanyaan sejenis dilemparkan kepada saya secara bertubi-tubi. Dan berikut adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terlontarnya pertanyaan tersebut:
  • Orang tua yang bingung kerjaan anaknya halal atau tidak
  • Teman kuliah seangkatan yang penasaran mau ngebandingin gajinya
  • Teman kuliah yang belum dapat pekerjaan
  • Pihak fakultas yang penasaran mahasiswanya sukses atau tidak
  • Dan pihak-pihak lainnya yang memiliki perhatian lebih terhadap kehidupan kita (re: kepo)
Di posting-an sebelumnya mengenai GroupM dan agency-agencynya kami sudah berusaha menjawab pertanyaan, "Kamu kerja dimana sekarang?". Biasanya, pertanyaan tersebut akan dilanjutkan dengan pertanyaan, "Perusahaan apaan tuh?", yang juga telah kami usahakan jawab pada posting-an mengenai bagaimana media agency bekerja.
Namun, pertanyaan berikutnya yang keluar dari mulut sang penanya lah yang akan sedikit menyulitkan, yaitu "Terus, Kamu kerjanya apa?"
Untuk memudahkan menjawab (ataupun mendapatkan jawaban) dari pertanyaan tersebut, silahkan perhatikan ilustrasi di bawah.

(Biasanya kondisi ini terjadi saat reunian, ataupun kumpul-kumpul afterhours.)

Eh gw penasaran nih kalo di kantor lo tuh kerjanya ngapain sih?
Jadi gini, pada dasarnya kerjaan di kantor gw itu terbagi jadi 2, yaitu yang namanya sebagai Media Planner dan sebagai Media Investment/Implementer. Ok kalo gitu coba gw jelasin dari Media Planner dulu kali ya.

(Teman kalian akan memberikan respon yang berbeda.)
  • (Teman dengan IQ tinggi)   Oohh, kayanya gw ada gambaran deh kerjaan lo kaya gimana..
  • (Teman dengan IQ sedang) Hmm ok, terus apa tuh beda kerjaannya?
  • (Teman dengan IQ rendah) Jadi apa bedanya Media Planner ama Wedding Planner?
(Mari berdoa agar kita tidak usah bertemu dengan tipikal yang terakhir tersebut.)

Ok, jadi Media Planner itu orang yang nantinya akan berhubungan langsung dengan klien/pengiklan yang biasanya ingin iklan atau kampanye product/brandnya dapat disebarluaskan di media-media sehingga tertangkap oleh indera para calon konsumennya. Kerjaan seorang Media Planner diawali dengan meeting/briefing pertama dengan klien untuk mengetahui apa objektivitas dari sang klien tersebut, seberapa besar budget yang akan dipergunakan, serta berapa lama kampanye tersebut akan dikelola. Pada tahap ini Media Planner juga bisa melakukan brainstorming dengan mengajukan ide-idenya.

Setelah itu, Media Planner akan melakukan perencanaan grand strategy bagaimana caranya agar iklan sang klien dapat memiliki kemungkinan dikonsumsi para pemirsanya dengan tingkat kemungkinan yang paling tinggi. Channel-channel media seperti TV, media cetak, radio, outdoor media, dan internet merupakan saluran-saluran yang akan dipertimbangkan penggunaannya oleh Media Planner untuk mencapai optimalisasi kemungkinan tertinggi iklan tersebut akan dikonsumsi.

Mengacu pada objektivitas klien dan insights dari kondisi pasar yang ada, Media Planner lalu akan mengajukan rencananya tersebut untuk terlebih dahulu disetujui oleh pihak klien. Dan setelah rencananya tersebut disetujui, maka peran akan lebih banyak diambil alih oleh Media Investment.

Peran Media Investment sendiri dapat mengambil analogi seperti seorang pialang saham. Pialang saham akan membantu menginvestasikan uang kliennya dengan mengelola sebuah portfolio saham. Portfolio tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasi keuntungan sekaligus meminimalisir kerugian. Sama halnya yang dilakukan oleh seorang Media Investment, dia akan melakukan media selection untuk memilih faktor-faktor seperti program TV apa yang ratingnya paling tinggi, radio apa yang pendengarnya paling banyak, koran apa yang jangkauannya paling luas, sehingga dapat memberikan kemungkinan iklannya terkonsumsi makin tinggi, sekaligus dapat saling menjadi bantalan jika salah satu pilihan tersebut ada yang gagal. Namun, faktor yang paling penting dalam memilih media-media tersebut adalah kesesuaian target konsumen klien dengan target pemirsa media, di samping faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Dan setelah keputusan diambil, maka Media Investment akan mengeksekusi pembelian spot-spot iklan pada media-media yang telah dipilih sebelumnya.

Jadi, kalo Media Planner itu lebih berhubungan dengan klien/pengiklan, maka Media Investment itu lebih berhubungan dengan pihak media.

Hmm begitu ya, terus jadi lo sekarang Media Planner apa Media Investment?
Nah kalo gw sekarang masih menjalani training sebagai Media Master, atau disebut juga MMT Batch 2 GroupM, itu program pelatihan selama 3 bulan agar para trainee-nya menyerap dulu semua ilmu tentang dunia Media Investment Management jadi nantinya diharapkan bisa membawa perusahaan ke tingkatan yang jauh lebih mantap!

Sekian ilustrasi dari pekerjaan yang deskripsinya sering kali membingungkan khalayak ramai. Penulis berharap, walaupun tulisan ini nantinya dianggap kurang bersifat edukatif, tapi minimal dapat menghibur dan bersifat atraktif.

Terima kasih, sampai jumpa di posting berikutnya!

Wednesday, May 2, 2012

TV Rating

MMT Batch 2 GroupM - TV Rating

Apa sih yang anda rasakan ketika Televisi di rumah anda rusak? Mungkin kesal dan bosan karena tidak bisa menonton program sinetron favorit ataupun tidak bisa melihat idola dalam program kesayangan anda. Televisi saat ini memang telah memiliki peranan yang sangat penting dalam kehiduapan manusia. hampir di setiap rumah setidaknya memiliki satu buah televisi. Mulai dari hanya sekedar mencari hiburan sampai dengan mencari informasi dapat dilakukan dengan bantuan televisi.

Namun, pernahkah anda menyadari, ada beberapa acara yang dihentikan penayangannya secara tiba-tiba, pindah jam tayang, atau bahkan ada beberapa sinetron yang jumlah episodenya terus ditambah? Hal tersebut terkait dengan penilaian dan evaluasi terhadap acara tersebut. Atau dalam istilah pertelevisian hal ini lebih dikenal dengan sebutan "Rating".

Rating ini sangatlah penting karena nantinya akan terkait dengan harga pemasangan iklan pada program yang bersangkutan. Semakin tinggi Rating suatu program tentunya akan semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan pemasang iklan pada program tersebut. Rating ini menunjukkan persentase dari target audience yang menonton suatu program. Misalkan program Empat Mata memperoleh rating 4, itu berarti 4 persen dari total populasi menyaksikan program empat mata. 

MMT Batch 2 GroupM - Peoplemeter
Nah, sekarang muncul satu pertanyaan, apakah teman-teman paham sebenarnya apa sih makhluk yang bernama rating ini? Kalau menurut sumber dari wikipedia, rating adalah sebagai berikut: Nielsen ratings are the audience measurement systems developed by the Nielsen Company, in an effort to determine the audience size and composition of television programmingNah, bingung ga? Jadi gini deh gampangnya, pada dasarnya rating adalah ukuran yang digunakan untuk menilai berapa banyak pemirsa yang menyaksikan suatu program di sebuah stasiun televisi. Kenapa disebut rating Nielsen, karena penemu system ini bernama Arthur Nielsen seorang market analis yang berfokus di bidang analisa brand-brand periklanan di televisi yang juga merambah ke radio sejak 1920-an.

Sebelum kami tergabung menjadi MMT batch 2 GroupM, kami berpikir bahwa di setiap televisi kami tertanam alat yang mendeteksi apa yang kami tonton. Oleh karena itu, kami merasa ikut bertanggung jawab atas kualitas acara televisi di Indonesia. Namun, setelah tergabung dengan MMT batch 2 GroupM dan mendapatkan materi mengenai Rating, kami mendapatkan pemahaman yang benar.

Bagaimana rating ini diukur? Untuk mengukur rating, dapat menggunakan alat yang dinamakan Peoplemeter. Peoplemeter ini merupakan suatu alat yang dihubungkan pada televisi di rumah-rumah yang dijadikan sample. Pada Peoplemeter ini terdapat beberapa tombol untuk seluruh anggota keluarga. Di remote control tersebut ada beberapa tombol (tombol ayah, tombol ibu, tombol anak,tombol pembantu rumah tangga, dst) nah ketika masing-masing anggota keluarga akan menonton TV, mereka harus memencet dulu tombol identifikasi tersebut sebelum mulai memilih channel. Dari situlah Nielsen mendapatkan data mengenai gambaran pola menonton televisi.

Bagaimanakah Media Agency Bekerja?


Dari postingan sebelumnya mungkin sedikit banyak kalian sudah mendapatkan gambaran mengenai apa sih media agency itu. Pada postingan kali ini, MMT Batch 2 GroupM akan mengulas lebih mengenai bagaimana proses kerja dari si media agency itu sendiri.

GroupM bersama ke-lima agency nya menawarkan jasa kepada para pengiklan untuk dapat menginvestasikan dana yang mereka miliki dengan baik dan efektif. Sehingga iklan yang dipasang tidak percuma apalagi salah sasaran.  Adapun iklan-iklan tersebut nantinya akan dipasang dalam berbagai media, seperti yang seringkali kita lihat yaitu antara lain; televisi, website, billboard, radio, bahkan di fasilitas-fasilitas umum yang bahkan seringkali kita ga sadar bahwa itu iklan.


Dari sekian banyak media yang telah disebutkan di atas, salah satunya yang paling sering dan mudah dilihat adalah iklan di TV. Setuju gak?  Sekarang coba  perhatikan deh di sekeliling kita, rasa-rasanya sudah jarang ya rumah tanpa televisi di dalamnya. Nah itu juga menjadi salah satu alasan mengapa minat memasang iklan di TV masih tinggi hingga sekarang walaupun ‘virus’ internet atau dunia online makin meluas.

GroupM dan berbagai media agency lainnya menggunakan jasa Nielsen untuk mendapatkan data mengenai pola-menonton-televisi dari regional yang berbeda-beda. Nah, berbekal data tersebut si media agency jadi paham channel mana dan program apa saja yang bagus untuk dia memasang iklan supaya banyak ditonton orang, pesannya tersampaikan, lalu berhasil deh.

Untuk proses panjang dari advertiser sampai pada tahap iklannya tersiar, dapat dipersingkat melalui poin-poin di bawah ini.
  • Advertiser menghubungi agency media yang dipilih
  • Briefing dan ngobrol mengenai tujuan, budget, iklan seperti apa, dsb
  • Media agency memproses brief dari klien dan mencari spot terbaik dengan kesesuaian jumlah budget
  • Media agency mengontak stasiun televisi (atau media lainnya) perihal pemasangan iklan di spot acara mereka.
  • Iklan disiapkan dan tayang.
  • Setelah tayang, media agency bertugas untuk memonitor apakah iklan sudah terpasang dengan baik dan sesuai perjanjian.

Satu catatan penting, media agency ini berbeda ya dengan creative agency. Yang satu menginvestasikan dana klien untuk pemasangan iklan, sedangkan yang satu lagi membuat iklan dari tiada menjadi ada. Jadi, begitulah kurang lebih penjelasan mengenai proses kerja media agency dan istilah rating yang sangat akrab dengan dunia periklanan. Sebenarnya masih sangat banyak istilah lainnya, nanti di postingan berikutnya akan dibahas lagi ya.

Semoga bermanfaat. Cheerio!